Tak Cukup Cerdas Bermedia, Pelajar Babel Diminta Berani Kritis dan Bertanggung Jawab

“Kalian adalah agen perubahan dan masa depan Bangka Belitung,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala KPID Kepulauan Bangka Belitung Adha Al Kodri menekankan bahwa kecerdasan dalam bermedia tidak berhenti pada kemampuan menggunakan teknologi.
“Cerdas tidak cukup, tetapi kritis. Terakhir, bertanggung jawab terhadap apa yang kita lihat, kita dengar, dan kita share di media sosial,” kata Adha.
Ia juga mengajak pelajar ikut berperan dalam mengawasi konten maupun siaran yang dinilai melanggar ketentuan. Masyarakat, termasuk pelajar, dapat melaporkan temuan tersebut kepada KPID.
Adha menjelaskan KPID memiliki kewenangan mengawasi lembaga penyiaran serta memberikan sanksi terhadap pelanggaran sesuai ketentuan yang berlaku, mulai dari teguran hingga rekomendasi pencabutan izin televisi dan radio.
Kepala SMAN 1 Mendo Barat Sri Wantoro menilai literasi media semakin penting seiring tingginya intensitas penggunaan media sosial oleh pelajar.
“Siswa perlu kritis dalam menyaring berbagai macam berita yang disuguhkan media sosial, yang sehari-hari lebih lama kita tatap dibandingkan buku pelajaran,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan tidak mudah menjadi penyebar informasi tanpa verifikasi. Mereka didorong menjadi pengguna media yang kritis, cerdas, santun, sekaligus bertanggung jawab. (*)




