PKP Smart Diluncurkan, Saparudin Bidik Kebocoran Pajak dan Retribusi

Ada hal lain yang menjadi perhatian dalam peluncuran PKP SMART. Saparudin mengungkapkan, aplikasi tersebut dibangun secara mandiri oleh ASN di lingkungan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Pangkalpinang.
Tim pengembang disebut bekerja selama berbulan-bulan hingga harus bekerja pada malam hari untuk merampungkan platform tersebut.
“Aplikasi ini dibangun oleh teman-teman kita, adik-adik kita, anak-anak kita yang merupakan ASN di Dinas Komunikasi dan Informatika,” ungkapnya.
Menurut Saparudin, pengembangan secara mandiri sengaja dilakukan agar Pemkot Pangkalpinang tidak bergantung kepada pihak ketiga.
Pertimbangannya, pemerintah daerah akan lebih mudah melakukan pemeliharaan, pembaruan maupun pengembangan fitur ketika kebutuhan pelayanan masyarakat berubah.
“Kenapa aplikasi ini harus dibangun sendiri? Karena aplikasi ini harus senantiasa bisa dengan mudah di-update,” tegasnya.
PKP SMART kini sudah dapat diunduh melalui Google Play Store maupun App Store.
Saparudin berharap digitalisasi tersebut tidak berhenti pada peluncuran aplikasi, tetapi benar-benar mampu memangkas birokrasi, mempermudah masyarakat sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan.
Bagi Pemkot Pangkalpinang, PKP SMART menjadi salah satu fondasi menuju sistem pelayanan publik yang semakin terintegrasi dalam lima tahun mendatang. (Suf)




