Sekolah Entrepreneur Difabel PT TIMAH di Mentok Cetak Siswa Mandiri Lewat Batik dan UMKM
BANGKA BARAT — PT TIMAH (Persero) Tbk terus mendorong kemandirian ekonomi penyandang disabilitas melalui Program Sekolah Entrepreneur Difabel di SLB Negeri Mentok, Kabupaten Bangka Barat.
Program ini menitikberatkan pada pengembangan keterampilan vokasi siswa, khususnya di bidang membatik dan usaha mikro kecil menengah (UMKM). Tak sekadar membekali keterampilan, siswa juga didorong untuk mampu mandiri secara ekonomi.
Kepala SLB Negeri Mentok, Arif Jananto, mengatakan keterampilan membatik telah menjadi program unggulan dalam pembelajaran vokasi. Bahkan, produk yang dihasilkan sudah memiliki merek sendiri, yakni Batik Taber.
“Program membatik ini sudah menjadi bagian dari pembelajaran vokasi kami. Kehadiran PT TIMAH sangat membantu, terutama dalam penyediaan alat cap batik, pembingkai kain, serta bahan-bahan membatik,” ujarnya, Kamis (2/4).
Dengan dukungan tersebut, siswa mampu menghasilkan berbagai motif batik, mulai dari motif penari, Menara Tanjung Kalian, hingga motif khas daerah seperti Wisma Ranggam dan mentilin.
Tak hanya diajarkan proses produksi, siswa juga mulai dikenalkan pada strategi pemasaran. Produk batik yang dihasilkan telah dipasarkan dengan dukungan berbagai pihak, seperti Dinas Perdagangan, Dinas Pariwisata, hingga Kodim Bangka Barat.
Selain membatik, program entrepreneur juga dikembangkan melalui unit UMKM sekolah. PT TIMAH turut mendukung pengembangan usaha minuman seperti jus buah dengan menyediakan peralatan penunjang.
Arif berharap, program ini dapat menjadi cikal bakal unit produksi berkelanjutan. Dengan demikian, lulusan SLB tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga mampu menghasilkan pendapatan secara mandiri.




