Bangka SelatanHeadline

Isu Manipulasi Absensi dengan Fake GPS Guncang Kabupaten Bangka Selatan

Diketahui, modus penggunaan Fake GPS memungkinkan pengguna memalsukan koordinat lokasi sehingga bisa mengecoh sistem absensi.

Beberapa ASN diduga menggunakan cara seperti mengkloning ponsel atau mengaktifkan mode pengembang pada perangkat mereka, sehingga aplikasi menerima sinyal lokasi palsu dan menunjukkan mereka berada di kantor.

Meski tampak sederhana, tindakan ini menjadi tantangan serius bagi pemerintah daerah yang tengah berupaya menegakkan disiplin ASN.

Praktik serupa telah muncul di sejumlah wilayah lain di Indonesia. Di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, sekitar 588 ASN diduga memanfaatkan Fake GPS untuk absensi dari lokasi yang tidak sesuai.

Seorang ASN bahkan tercatat mengakses aplikasi absensi dari ribuan titik koordinat berbeda. Pemerintah Kota Baubau kini memperketat pengawasan dan mengidentifikasi ASN yang terlibat.

Baca juga  Penjabat Bupati Bangka dari KPK, Ini Pesan Isnaini

Di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Kepala BKPSDM Selayar, Patta Amir, mengungkapkan bahwa meskipun sistem absensi digital telah dirancang untuk mendeteksi lokasi, sejumlah ASN masih berhasil menemukan celah manipulasi.

Lonjakan kasus penyalahgunaan Fake GPS ini mendorong berbagai pemerintah daerah untuk mengevaluasi sistem absensi digital secara menyeluruh, guna menutup celah kecurangan dan menjaga kedisiplinan ASN.

Di Kabupaten Bangka Selatan, BKPSDMD berkomitmen untuk terus mengawasi penerapan sistem absensi demi memastikan kehadiran ASN sesuai aturan. (Suf)

Laman sebelumnya 1 2

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!