
Pengendara lainnya, Ton (45), juga mengkritik penutupan jalan tersebut. Ia menyebutkan, dirinya harus memutar jauh melalui simpang Gedung Nasional agar bisa menuju rumahnya di Jalan Ampera.
“Harusnya penutupan ini dipikirkan dengan lebih matang, artinya tidak semua jalan harus ditutup,” ujar Ton.
Menurut para pengendara, banyak warga yang belum mengetahui adanya penutupan jalan yang menggunakan tali plastik sebagai penghalang.
Akibatnya, banyak pengendara yang mencoba menerobos dan tetap berbelok ke kanan, karena tidak menyadari adanya pembatasan.
Kemacetan ini terjadi bersamaan dengan acara Malam Puncak South Street Fest 2024 di Panggung Sindeng, Kawasan Himpang Lima, Toboali. (Suf)




