Pangkalpinang

Tengah Berduka, Prof Udin Tetap Tenang Hadapi Provokasi: “Mungkin Dia Khilaf”

Ia menegaskan bahwa kemarahan bukanlah jalan keluar, apalagi di saat duka sedang melingkupi keluarga.

Lebih lanjut, Prof Udin menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah turut membantu dalam prosesi pemakaman almarhumah.

“Saya atas nama keluarga mengucapkan banyak terima kasih kepada semua yang telah membantu mengurus jenazah almarhumah, menyolatkan, serta mengantar ke tempat peristirahatan terakhir di Perkuburan Tuatunu. Semoga kebaikan semua mendapatkan pahala dari Yang Kuasa,” tuturnya dengan penuh rasa syukur.

Baca juga  Tiga Kata Bang Sopian untuk Prof. Udin

Sikap memaafkan dan menahan diri yang ditunjukkan Prof Udin menuai banyak respons positif.

Tidak sedikit tokoh masyarakat dan warganet yang menyampaikan rasa hormat, menyebutnya sebagai teladan dalam menjaga martabat, terutama di tengah tensi politik yang kian meningkat.

Insiden ini sekaligus menjadi pengingat bahwa dalam setiap kompetisi, termasuk politik, nilai kemanusiaan, etika, dan kesabaran tetap harus menjadi prioritas.

Perbedaan pilihan bukanlah alasan untuk saling merendahkan, apalagi di saat seseorang tengah berduka. (Suf)

Laman sebelumnya 1 2

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!