Dari Pena ke Paku, Jurnalis Babel Bangun Harapan Bersama TNI dan Polri

Tak ketinggalan, Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Pangkalpinang Billy Jauhari yang mewakili Walikota, menyebut bahwa kegiatan ini sejalan dengan program pemerintah daerah.
“Kegiatan ini lahir dari hati yang tulus dan semangat gotong royong yang patut dicontoh,” katanya.
Selain peresmian rumah, kegiatan itu juga diwarnai momen menyentuh pembagian Al-Qur’an kepada anak yatim piatu serta pemberian santunan sederhana. Suara tawa anak-anak bergema saat mereka berebut berfoto dengan Danlanal dan Kapolresta.
“Lihat wajah mereka, bahagia sekali. Inilah kebahagiaan yang tak bisa dibeli,” ucap La Ode pelan, menatap anak-anak yang memegang Al-Qur’an baru mereka.

Kegiatan ini bisa terwujud berkat dukungan puluhan sponsor mulai dari Lanal Babel, Polresta Pangkalpinang, Ditbinmas Polda Babel, PT Timah Tbk, pengusaha lokal, hingga warga RT/RW setempat. Semua menyatukan hati dalam satu tujuan membantu sesama tanpa pamrih.
“Ini kerja bersama. Dari hati untuk hati,” tambah La Ode, pria kelahiran Buton, Sulawesi Tenggara ini dikenal sebagai sosok pekerja keras yang sukses membangun kariernya dari bawah.
Ketika pita peresmian dipotong, tepuk tangan bergema. Rumah sederhana itu berdiri kokoh, namun maknanya jauh lebih dalam dari sekadar dinding dan atap.
Itu adalah rumah yang dibangun dari empati, persaudaraan, dan semangat kemanusiaan. Dari jurnalis yang biasanya menulis berita, kini mereka menulis kisah baru, kisah tentang kepedulian yang menyatukan TNI, Polri, dan masyarakat.
Dan sore itu, di Tuatunu Indah, Pangkalpinang, dunia jurnalistik Bangka Belitung mencatat satu bab istimewa dalam sejarahnya, berita terbaik bukan yang ditulis dengan pena, tapi yang diwujudkan dengan tindakan. (Yusuf)




