Akun Facebook Palsu Catut Nama Johan Manurung, Kemenkumham Babel Lambat Merespons

Sikap ini memicu kekecewaan. Di saat publik membutuhkan kejelasan dan langkah tegas dari instansi terkait, Kemenkumham Babel justru terkesan enggan membuka informasi ke ruang publik.
Padahal, penyebaran informasi resmi menjadi salah satu kunci utama mencegah meluasnya korban dari praktik penipuan digital.
Minimnya keterbukaan ini juga dinilai berpotensi melemahkan kepercayaan publik terhadap institusi, terlebih kasus pencatutan nama pejabat bukan hal sepele.
Meski demikian, pihak Kemenkumham Babel menyatakan laporan tersebut telah diteruskan ke pimpinan.
“Siap bapak terimakasih telah menghubungi kami, kami juga segera menindaklanjuti laporan ini,’tulisnya.
Kasus ini menjadi alarm keras bagi masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap akun media sosial yang mengatasnamakan pejabat.
Warga diminta tidak memberikan data pribadi secara sembarangan dan segera melaporkan akun mencurigakan.
Di sisi lain, publik berharap instansi terkait tidak hanya bergerak di belakang layar, tetapi juga berani tampil terbuka demi melindungi masyarakat dari ancaman penipuan digital yang kian marak. (Suf)




