Wali Kota Ajak 1.000 Perempuan Pangkalpinang Peduli Kesehatan Reproduksi

Karena itu, kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan sejak dini harus terus ditingkatkan.
Selain membahas kesehatan reproduksi, Saparudin juga menyoroti persoalan stunting yang masih menjadi perhatian pemerintah daerah.
Menurutnya, Kota Pangkalpinang memiliki potensi sumber protein yang melimpah, terutama ikan laut yang mudah didapatkan dengan harga terjangkau.
Ia mengaku masih heran mengapa kasus stunting masih ditemukan di tengah ketersediaan sumber pangan bergizi yang cukup melimpah.
“Saya sempat berdiskusi, mengapa masih ada stunting di Pangkalpinang. Padahal ikan di sini melimpah dan harganya relatif murah. Ini harus menjadi perhatian bersama,” katanya.
Saparudin mengajak para orang tua, khususnya ibu-ibu, untuk memanfaatkan sumber protein lokal sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan gizi anak.
Menurutnya, ikan dapat diolah menjadi berbagai makanan bergizi yang disukai anak-anak, seperti pempek maupun otak-otak.
“Dengan asupan gizi yang baik, saya berharap angka stunting di Kota Pangkalpinang bisa terus ditekan bahkan dihilangkan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan mental dalam kehidupan keluarga.
Menurutnya, kesehatan mental memiliki peran penting dalam mendukung proses kehamilan, persalinan hingga pengasuhan anak.
“Kesehatan bukan hanya fisik, tetapi juga mental. Ibu yang sehat secara mental akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan dalam keluarga,” katanya. (Suf)




