Kondisi Darurat, Pelabuhan Sadai Bisa Ditangani Cepat, Hidayat Arsani: Utamakan Pelayanan Publik
PANGKALPINANG, MEDIAQU.id — Kerusakan Pelabuhan Sadai, Kabupaten Bangka Selatan, yang mengalami amblas pada fasilitas jembatan penghubung dermaga dengan kapal, menjadi perhatian Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani.
Hidayat meminta pemerintah dan pihak terkait tidak mengambil langkah cepat dengan hanya menghentikan aktivitas pelabuhan tanpa menyiapkan skema pengganti.
Menurutnya, Pelabuhan Sadai memiliki peran penting terhadap kelancaran distribusi barang dan kebutuhan masyarakat.
“Jangan asal tutup dua bulan langsung menghentikan. Harus ada persiapan, ada alternatif bagaimana. Karena ini vital bagi Belitung dan masyarakat,” kata Hidayat Arsani, Selasa (30/6/2026).
Ia menilai, apabila seluruh aktivitas dialihkan ke pelabuhan lain seperti Pangkal Balam, dampaknya akan terasa pada biaya logistik.
Jarak tempuh yang lebih jauh dinilai berpotensi meningkatkan biaya operasional angkutan.
“Kalau angkutan 10 ton mungkin dikurangi dulu jadi 5 ton. Tapi dari Tanjung Ru ke Pangkal Balam itu berat, perjalanan jauh, biaya juga akan bertambah,” ujarnya.
Menurut Hidayat, Pelabuhan Sadai masih memiliki kemungkinan untuk tetap digunakan dengan pengaturan tertentu, terutama dengan memperhatikan keselamatan dan batas kemampuan fasilitas.
Ia memastikan akan melakukan pengecekan langsung ke lokasi bersama pihak terkait untuk melihat kondisi kerusakan secara nyata.
“Saya besok mungkin ke sana, mengantar Dewan Provinsi untuk melihat langsung bagaimana keadaannya,” ungkapnya.
Terkait perkiraan kebutuhan biaya perbaikan yang mencapai sekitar Rp1,3 miliar, Hidayat meminta dilakukan kajian menyeluruh.




