BPK: Tujuh Proyek Sekolah di Babel Dibayar Penuh Meski Volume Kurang
Tujuh proyek yang menjadi temuan meliputi pembangunan ruang praktik siswa SMKN 1 Payung (Rp30,73 juta), ruang praktik siswa SMKN 3 Pangkalpinang (Rp25,52 juta), ruang guru SMAN 1 Pangkalpinang (Rp24,46 juta).
Ruang kelas SMAN 1 Sungaiselan (Rp18,17 juta), ruang guru SMAN 1 Simpang Teritip (Rp9,98 juta), toilet SMAN 1 Pangkalan Baru (Rp5,34 juta), dan ruang kelas SMAN 1 Kelapa (Rp4,35 juta).
BPK menyebut total kelebihan pembayaran akibat kekurangan volume pekerjaan mencapai sekitar Rp118,5 juta.
Dalam pemeriksaannya, penyedia jasa menyatakan bersedia mengembalikan kelebihan pembayaran melalui mekanisme Rencana Pengembalian Hasil Pekerjaan (RPHP).
BPK menilai temuan ini terjadi karena pengendalian pelaksanaan kontrak dan pengawasan proyek belum berjalan optimal.
Lembaga auditor negara itu pun meminta Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memperketat pengawasan, memperbaiki pengendalian kontrak, dan memastikan pembayaran hanya dilakukan berdasarkan hasil pekerjaan yang benar-benar sesuai dengan kontrak. (Suf)




