Pangkalpinang

Babel Tak Bisa Terus Bergantung pada Timah, IKAL Lemhannas Siapkan Strategi 5 Tahun

PANGKALPINANG, MEDIAQU.id — Ketergantungan Bangka Belitung terhadap timah mulai dipandang sebagai persoalan strategis yang perlu segera diantisipasi. Dewan Pengurus Daerah Ikatan Alumni Lemhannas (DPD IKAL-Lemhannas) Babel pun memasukkan diversifikasi ekonomi sebagai salah satu agenda penting dalam program kerja lima tahun 2026-2031.

Masterplan tersebut dimatangkan dalam rapat DPD IKAL-Lemhannas Babel di Warkop Suka Suka, Kampung Opas, Pangkalpinang, Sabtu, 8 Agustus 2026. Ketua DPD IKAL-Lemhannas Babel Bambang Patijaya mengikuti rapat secara daring.

Bambang mengatakan program kerja IKAL-Lemhannas Babel harus mampu melahirkan gagasan yang tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi dapat diterapkan untuk menjawab persoalan daerah.

“Kita ingin program kerja tersebut menghadirkan gagasan dan aksi yang berbasis bukti, bertahap, dan terlembaga, selaras dengan Asta Cita serta prioritas pembangunan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” kata Bambang.

Sekretaris DPD IKAL-Lemhannas Babel, Sofian Lusa, mengatakan ketergantungan ekonomi Babel terhadap komoditas timah membuat daerah rentan terhadap perubahan harga global dan persoalan tata kelola pertambangan.

Baca juga  Komisi III DPRD Pangkalpinang Godok ABT Diskominfo, Adi Minta Anggaran Tepat Sasaran

Karena itu, program lima tahun tersebut diarahkan antara lain untuk memperkuat UMKM, ekonomi digital, hilirisasi, dan pariwisata berkelanjutan.

Selain ekonomi, IKAL-Lemhannas Babel juga menaruh perhatian pada ketahanan kebangsaan, regenerasi kepemimpinan, perkembangan teknologi informasi, serta penguatan nilai kebangsaan di kalangan pelajar dan pemuda.

Masterplan tersebut memuat 15 program kerja yang dibagi dalam empat bidang, yakni Kajian dan Pengembangan Nilai Kebangsaan, Kajian Pengembangan Ekonomi Daerah, Humas-Publikasi-Dokumentasi, serta Sosial dan Pengabdian Masyarakat.

Pelaksanaannya dibagi menjadi empat tahapan. Tahun pertama difokuskan pada pendataan, pemetaan, dan pencarian fakta. Tahun kedua diarahkan pada analisis kesenjangan. Tahun ketiga dan keempat menjadi fase implementasi, sedangkan tahun kelima digunakan untuk pemantapan dan evaluasi.

Program yang disiapkan pada 2026 antara lain dialog kebangsaan, pemantapan Paskibraka dan pelatihan pelatih, Gerakan Menulis IMUD, penataan kanal humas, serta konsolidasi Sekolah Tangguh Astagatra.

1 2Laman berikutnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!