Babel Tak Bisa Terus Bergantung pada Timah, IKAL Lemhannas Siapkan Strategi 5 Tahun

Adapun sejumlah program lain, seperti kajian BEDI, forum DIKSI EKDA, dasbor MDEDI, pelatihan HUMAS MUDA, dan pengukuhan Duta Ketahanan Sekolah mulai diarahkan berjalan pada 2027.
Menurut Sofian, bonus demografi dan posisi strategis Bangka Belitung sebagai wilayah kepulauan merupakan peluang yang harus dikelola dengan data dan kebijakan yang tepat.
“Kondisi objektif inilah yang menjadi titik berangkat seluruh program DPD,” ujarnya.
Rapat kemudian dilanjutkan dengan pemaparan kesiapan masing-masing bidang.
Ketua Bidang Kajian dan Pengembangan Nilai Kebangsaan Rio Armanda Agustian mengatakan bidangnya akan fokus pada pemantapan empat konsensus dasar melalui dialog multi-kanal, pembinaan Paskibraka, dan penyiapan pelatih bersertifikat internal.
Sementara Ketua Bidang Humas Replianto menyiapkan sejumlah kanal komunikasi resmi, seperti MEDSOS IKAL, SUARA IKAL, MEDIA SAHABAT IKAL, WARTA IKAL, dan HUMAS MUDA.
“Kita juga akan menjajaki kerja sama dengan media online yang tergabung dalam Jaringan Media Sosial Indonesia sehingga kegiatan-kegiatan yang diadakan IKAL Lemhannas Babel terpublikasi lebih luas,” kata Replianto.
Program bidang Kajian Pengembangan Ekonomi Daerah kemudian dipaparkan oleh Adhari, sedangkan bidang Sosial dan Pengabdian Masyarakat disampaikan Gustin.
Bagi IKAL-Lemhannas Babel, masterplan tersebut menjadi upaya untuk memastikan organisasi alumni Lemhannas ikut mengambil bagian dalam merespons perubahan ekonomi, sosial, dan kebangsaan di Bangka Belitung hingga 2031. (Suf)




