Polda Babel Ingatkan Bahaya Aksi Ricuh, Orang Tua Diminta Awasi Anak
“Anak-anak kita tentu memiliki masa depan yang panjang. Jangan sampai mereka berada di tempat atau situasi yang berpotensi membahayakan diri sendiri. Karena itu, peran orang tua untuk memberikan edukasi, arahan dan pengawasan sangat penting,” jelasnya.
Polda Babel juga mendorong orang tua membangun komunikasi yang terbuka dengan anak. Pengawasan terhadap aktivitas dan lingkungan pergaulan dinilai penting, terutama ketika terdapat informasi mengenai kegiatan aksi atau penyampaian aspirasi di suatu wilayah.
Menurut Agus, anak perlu diberi pemahaman bahwa menyampaikan pendapat dapat dilakukan secara damai dan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami mengajak para orang tua untuk terus berkomunikasi dengan anak-anaknya, memberikan pemahaman bahwa menyampaikan pendapat dapat dilakukan dengan cara yang baik dan sesuai ketentuan. Yang paling utama adalah jangan sampai mereka menjadi korban atau berada dalam situasi yang dapat membahayakan keselamatan,” tuturnya.
Ia kembali menegaskan bahwa perlindungan terhadap anak tidak hanya menjadi tugas kepolisian, tetapi membutuhkan keterlibatan keluarga dan masyarakat.
“Keselamatan anak adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita jaga anak-anak kita, kita bimbing dan kita edukasi untuk kepentingan masa depan mereka. Jangan sampai keinginan untuk ikut-ikutan justru membawa mereka pada situasi yang merugikan,” pungkas Agus. (*)




