Kondisi ini memunculkan pertanyaan dari berbagai pihak terkait dasar pertimbangan Diskominfo dalam menetapkan besaran anggaran yang berbeda-beda untuk tiap media.
Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas Kepala Diskominfo Bangka Selatan, Yuri Siswanto, membantah adanya kerja sama senilai Rp2 juta per media.
“Tidak benar. Namun kalau Rp1,5 juta, memang ada beberapa media yang mendapatkan. Rata-rata senilai Rp1,25 juta per bulan,” kata Yuri kepada Mediaqu.id, Rabu (14/5/2025).
Yuri juga menjelaskan bahwa saat ini pihaknya tidak lagi menggunakan sistem kerja sama tahunan seperti pada tahun 2024, di mana terdapat sekitar 50 media yang menjadi mitra Diskominfo.
“Tahun ini, anggaran untuk media sebesar Rp1 miliar. Sistem yang digunakan sekarang adalah LS (langsung bayar), dengan pencairan dilakukan setiap tiga bulan. Itu pun hanya berlaku untuk sembilan bulan,” pungkasnya. (Suf)



