PT Timah Genap 49 Tahun, Ini Deretan Kontribusi Pajak hingga Program CSR-nya
“Amanah dari negara untuk mengelola sumber daya alam timah harus sejalan dengan kepentingan negara, masyarakat dan kelestarian lingkungan. Timah adalah logam masa depan untuk mendukung peradaban Bangsa,” tambah Restu.
Sebagai perusahaan yang beroperasi di Bangka Belitung, Riau, dan Kepulauan Riau, PT Timah membuktikan bahwa pertambangan bisa bersinergi dengan masyarakat.
Program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) terus digencarkan, mulai dari pendidikan, kesehatan, pengembangan UMKM, hingga pelestarian budaya dan lingkungan.
Khusus di bidang pemberdayaan masyarakat, PT Timah melibatkan nelayan dalam pembuatan rumpon dan terumbu karang buatan, mendukung budidaya perikanan, hingga memberikan pelatihan keterampilan bagi perempuan dan generasi muda.
Tak hanya itu, berbagai inisiatif kreatif juga menggandeng karang taruna dan komunitas lokal untuk menanam mangrove dan membangun workshop keterampilan.
Dalam rangka memperingati HUT ke-49, PT Timah menggelar sejumlah kegiatan di wilayah operasionalnya. Mulai dari Bulan Bakti berupa khitanan massal, pelayanan kesehatan gratis, donor darah, hingga Pekan Sehat dan turnamen olahraga antar karyawan.
PT Timah mencatat kontribusi signifikan melalui pembayaran pajak dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dalam lima tahun terakhir:
- 2020: Rp677,9 miliar
- 2021: Rp776,657 miliar
- 2022: Rp1,51 triliun
- 2023: Rp888,729 miliar
- 2024: Rp848,020 miliar
- Hingga Juli 2025: Rp839,991 miliar
Sementara itu, realisasi CSR PT Timah juga konsisten:
- 2021: Rp54,3 miliar
- 2022: Rp33,1 miliar
- 2023: Rp31,79 miliar
- 2024: Rp36,55 miliar
- Semester I 2025: Rp14,997 miliar
Dengan segala kontribusinya, PT Timah menegaskan bahwa usia bukan sekadar angka, tetapi komitmen berkelanjutan untuk hadir, tumbuh, dan menguat bersama Indonesia. (*)
Sumber : www.timah.com




