Bangka Belitung

Demo Isu Tambang Timah di Babel, Presiden Mahasiswa UBB Imbau Tak Mudah Terprovokasi

Melihat tokoh penggerak yang terlibat menjadi bagian pada persoalan isu politik. Tampaknya terdapat muatan politik yang menunggangi gerakan ini.

Selain itu, jika memang lahir dari keresahan masyarakat, kata dia, seharusnya dilaksanakan kajian terlebih dahulu tentang tambang timah. Tidak hanya berfokus kepada keuntungan pribadi sampai mengabaikan kerusakan ekologi dan hal-hal yang bersifat penting.

Ia beranggapan aksi tersebut belum mewakili penuh masyarakat Babel, perlu adanya diskusi atau konsolidasi dan kajian yang mendalam persoalan tambang. Bukan hanya soal keuntungan bagi penambang, tetapi bicara tanggung jawab soal ekologi dan sosial masyarakat.

Adanya penangkapan penambang illegal, menurutnya, dipandang sah secara hukum, karena dianggap tambang yang dilakukan oleh masyarakat itu ilegal.

Menindaklanjuti persoalan itu, saran dia, pemerintah seharusnya menerapkan lebih baik lagi kebijakan, karena maraknya penambang ilegal juga disebabkan oleh diamnya pemerintah, dan berakibat pada masyarakat, dimana penambangan ilegal dijadikan sebagai mata pencaharian dan penyambung kehidupan.

Baca juga  Didit Srigusjaya: Ekonomi Babel Tidak Baik-Baik Saja

Al Wisyahk menegaskan, mahasiswa sendiri pada aksi kali ini tidak terlibat secara kelembagaan kemahasiswaan, terkhusus ormawa KM UBB sendiri.

Hal ini dikarenakan aksi belum mewakili penuh keresahan dan konsolidasi di lingkup rekan mahasiswa, serta menganggap gerakan yang di bangun juga belum optimal, sehingga potensi chaos dan ketidakjelasan pada aksi juga menjadi alasan untuk rekan mahasiswa tidak ikut turun dan terlibat.

“Harapan kedepannya, ketika memang serius untuk melihat persoalan isu pertambangan, kita perlu memikirkan banyak hal. Bukan pada keuntungan individu atau kelompok tertentu, tetapi juga keberlangsungan hidup masyarakat dan lingkungan. Pengawalan pemerintah dalam pengambilan kebijakan juga dibutuhkan, sehingga pada mitigasi selanjutnya mahasiswa perlu dilibatkan dalam mengawal kebijakan,” ujarnya.

Oleh karena itu, pada aksi kali ini, harapan Al Wisyahk, selaku Presiden Mahasiswa UBB, mahasiswa untuk tidak terlibat, perlu adanya konsolidasi dan langkah kongkret dalam gerakan selanjutnya yang benar-benar berorientasi pada kepentingan rakyat. (rilis).

Laman sebelumnya 1 2

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!