Ratusan Juta Obat Hampir Kedaluwarsa Tetap Disebar, BPK Sorot Dinkes Bangka Barat
Tak hanya itu, BPK juga menemukan Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Bangka Barat belum memenuhi standar penyimpanan obat.
Saat pemeriksaan, kondisi gudang ditemukan mengalami kerusakan pada plafon, penerangan tidak berfungsi, serta pendingin ruangan tidak tersedia atau rusak.
Akibatnya, suhu ruang penyimpanan mencapai sekitar 33 derajat Celsius, kondisi yang berpotensi memengaruhi mutu sejumlah sediaan farmasi.
Temuan serupa juga ditemukan di Gudang Obat Puskesmas Sekar Biru yang masih menggunakan bangunan semi permanen dengan fasilitas penyimpanan yang belum sesuai ketentuan.
Di sisi administrasi, BPK menyoroti pencatatan persediaan obat melalui aplikasi e-Puskesmas yang belum dilakukan secara tertib dan real time.
Kondisi tersebut menyebabkan data stok dalam sistem berpotensi tidak sesuai dengan kondisi fisik di lapangan sehingga meningkatkan risiko kesalahan dalam perencanaan kebutuhan obat pada periode berikutnya.
BPK menyimpulkan berbagai persoalan tersebut terjadi karena lemahnya pengendalian intern. Kepala Dinas Kesehatan, pejabat terkait, pengelola program, penanggung jawab gudang farmasi hingga kepala puskesmas dinilai belum optimal menjalankan fungsi pengawasan sesuai tugas dan tanggung jawabnya.
Pemerintah Kabupaten Bangka Barat telah menyatakan sependapat dengan temuan BPK dan berkomitmen melakukan langkah-langkah perbaikan agar pengelolaan obat ke depan lebih efektif, efisien, dan sesuai ketentuan. (Suf)




