Nasib Posisi Wagub Hellyana Dibahas, Paripurna DPRD Babel Gagal Kuorum

Ia juga menyoroti status Hellyana yang masih menerima gaji dan hak lainnya sebagai pejabat daerah.
“Jadi kami bertanya terkait tidak efektifnya bekerja, tetap terima gaji. Gaji itu dari uang rakyat, dari pajak. Justru kami bersuara karena untuk kepentingan rakyat,” kata Rina.
Menurut dia, DPRD tidak seharusnya hanya diam ketika terdapat persoalan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.
“Kalau kami diam, membiarkan hal ini terus berlangsung tidak ada kejelasan, justru kami selaku anggota dewan salah,” ujarnya.
Rina berharap rapat paripurna berikutnya dapat memenuhi kuorum sehingga agenda penyampaian pendapat anggota DPRD dapat dilaksanakan. Dia menyarankan adanya komunikasi lebih intensif antara pimpinan DPRD, pimpinan fraksi, dan pimpinan partai politik.
“Saya berharap untuk rapat paripurna berikutnya dapat kuorum sehingga terlaksana. Barangkali perlu komunikasi lebih intens lewat pimpinan partai dan pimpinan fraksi,” kata dia.
Didit: Bukan Agenda Pemakzulan
Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya menegaskan rapat paripurna tersebut bukan forum untuk memakzulkan Wakil Gubernur Hellyana.
“Ini hak menyampaikan pendapat mengenai situasi dan kondisi terhadap posisi wakil gubernur saat ini,” ujar Didit.
Didit mengatakan DPRD menghormati sikap anggota dewan yang tidak menghadiri rapat paripurna tersebut. Menurut dia, setiap fraksi memiliki sikap dan pertimbangan masing-masing.
Dia menyebut sejumlah anggota dari Fraksi PDI Perjuangan, Golkar, PKS, dan Demokrat hadir dalam rapat tersebut.
“Kita tidak bisa intervensi pendapat fraksi masing-masing. Mungkin hari ini belum bisa hadir, itu harus kita hargai,” kata Didit.
Dengan ditundanya rapat karena tidak memenuhi kuorum, DPRD Babel akan kembali menjadwalkan rapat paripurna penyampaian pendapat anggota DPRD pada kesempatan berikutnya. (Suf)




