
“Saya tertarik dengan ceramah Ustadz Jamaluddin. Semalam saya mendengar ceramah beliau di Desa Kace. Ceramahnya asik dan merasuki hati. Karena tahu beliau mengisi ceramah di sini, saya semakin bersemangat untuk hadir,” ujar Hidayat.
Lebih lanjut, Hidayat Arsani menegaskan pentingnya menjaga tradisi peringatan Maulid Nabi dan berharap acara keagamaan ini bisa dirayakan dengan lebih meriah di masa mendatang.
Ia pun berjanji, jika terpilih sebagai Gubernur, akan mengadakan perlombaan untuk desa-desa yang merayakan Maulid Nabi dengan cara yang paling meriah.
“Dengan ketakwaan kepada Nabi Besar Muhammad SAW, mari kita terus meriahkan perayaan Maulid Nabi. Ini adalah kewajiban kita sebagai umatnya untuk menggaungkan sabda-sabda Nabi. Jika saya dan Ibu Heliyana diberi kepercayaan oleh masyarakat Bangka Belitung untuk memimpin, kita akan perlombakan desa-desa yang paling meriah merayakan Maulid Nabi, tentu tanpa melupakan norma-norma Rasulullah,” jelasnya.
Hidayat juga menyampaikan ide kreatif untuk menggelar lomba-lomba keagamaan di tengah acara Maulid Nabi. Ia ingin mengadakan lomba bershalawat atau lomba azan bagi anak-anak, agar generasi penerus tidak tergerus oleh modernisasi.
“Perlombaan ini akan menjadi salah satu cara untuk memastikan generasi muda tidak kehilangan nilai-nilai religius. Ini tentang menanamkan ajaran Rasulullah sebagai bekal kita masing-masing. Konsep kepemimpinan Rasulullah penuh dengan cobaan dan penderitaan, yang bisa menjadi bekal moril untuk kita semua,” lanjut Hidayat.
Acara ini menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan Hidayat Arsani sebagai calon gubernur, di mana ia menegaskan komitmennya tidak hanya dalam pembangunan fisik tetapi juga dalam pembangunan moral dan spiritual masyarakat Bangka Belitung.
Dengan semakin dekatnya pemilihan gubernur, Hidayat Arsani berusaha memperlihatkan kepada masyarakat bahwa ia adalah sosok pemimpin yang peduli terhadap tradisi, keagamaan, dan pendidikan moral generasi penerus. (Suf)




